Saturday, September 29, 2007

[Book] Sang Musafir

By: Mohamad Sobary
Genre: Novel Sastra
Rating: ****
Page: 272 Halaman
Penerbit: GPU
Cetak: Agustus 2007

Baru kali ini saya membaca novel karya Kang sobary, selama ini saya hanya sering melihatnya di TV dan membaca beberapa artikelnya di media cetak nasional. Sejak dulu saya senang dengan pembawaan beliau yang low profile dan ketika Membaca novel "Sang Musafir," saya bagai sedang membaca buku otobiografi beliau.

Di dalam novel ini, sang penulis banyak bercerita tentang struktur pemerintahan yang tampak sangat teratur, namun sebenarnya tidak dan bagaimana susahnya jadi pejabat yang jujur, serta banyak hal lainnya.

Sang musafir tidak semata-mata bercerita tentang pencarian, tetapi sang musafir lebih banyak bertanya, namun sering kali bukan jawaban yang ia dapat, namun pertanyaan lain yang akan timbul, dan membuatnya semakin penasaran.

Seperti ini pertanyaan sang musafir itu: Aku mungkin hanya musafir iseng yang tak punya tujuan? Apa yang kucari? Aku terpenjara oleh kantor, oleh keluarga, oleh orang tua dan mertua, oleh istri dan anak-anak. Tapi siapa bilang aku tak terpenjara oleh nafsuku sendiri dan kecenderungan-kecenderungan sok mengejar apa yang abadi, tapi tak sadar telah kandas di atas segala yang fana?

Secara keseluruhan buku ini sangat layak di baca, karena banyak sekali pesan-pesan moral yang bisa menjadi panutan. Banyak petuah yang membuat hati tentram.

Seperti, di salah satu halaman di katakan, bahwa jalan hidup manusia tidak bisa mengikuti garis aturan yang lurus. Kenapa? karena manusia tidak bisa jalan lurus. "Kau tak boleh kesini. Tempatmu di kota. Jalan dan lorong-lorong yang harus kau lalui masih panjang. Jalanmu berliku-liku, sebab kau manusia, bukan kereta api."

Sebelum kalian membaca buku ini, penting untuk di ketahui bahwa buku ini tidak seperti 'Novel Fiksi' kebanyakan.(SA/2007)

Thursday, September 27, 2007

[Book] Ptolemy's Gate

From: The Bartimaeus Trilogy
By: Jonathan Stroud
Genre: Novel Fiksi Fantasi
Rating: *****
Page: 576 Halaman
Penerbit: GPU
Penerjemah:Poppy Damayanti Chusfani
Editor: Dini Pandia
Cetak I : September 2007

Ptolemy's Gate adalah buku terakhir dari Trilogy Bartimaeus karya Jonathan Stroud, yang terdiri dari, Buku satu: The Amulet of Samarkand, dan Buku dua: The Golem's Eye .

Tiga tahun berlalu setelah Nathaniel atau John Mandrake berhasil memecahkan misteri Golem yang telah memporak-porandakan kota London. Saat ini, Ia bahkan telah menduduki jabatan yang sangat bergengsi di kementrian Inggris, Menteri Penerangan.

Jabatan, harta, kehormatan dan ketenaran telah Ia dapatkan. Namun Nat tidak bisa menikmati semuanya, karena di masa sekarang, Kerajaan Inggris sedang mengalami keruntuhan. Di segala penjuru kota London para commoners sedang melakukan pemogokan masal, negara tetangga pun tidak mau ketinggalan melakukan penyerangan. Yang paling menyedihkan, pasukan perang Kerajaan Inggris yang terdiri dari Commoners, Penyihir dan Jin, yang di kirim ke Amerika mengalami kekalahan telak.

Semua kekacauan itu menjadikan Nat sebagai kambing hitam. Musuh-musuh Nat di kementrian sihir menunggu saat yang tepat untuk menjatuhkannya. Bahkan percobaan pembunuhan pun kerap kali terjadi. Memaksa Nat mempekerjakan dengan kejam beberapa Jin--Mahluk halus--dari segala level untuk melayaninya setiap saat, terutama Bartimaeus, Jin yang tak terkalahkan dalam setiap pertempuran dan berteman dengan master sihir, Ptolemy.

Dulu, memang Bartimaeus tak terkalahkan, namun sejak ia terperangkap di bumi hanya untuk melayani Nat, energi dan kekuatannya pun perlahan memudar. Bayangkan, menjalankan tugas ringan foliot saja Bart harus melakukannya dengan susah payah!!.

Sementara itu, di bagian lain kota London, Kitty Jones diam-diam melakukan riset tentang dunia sihir dan demon/jin dari seorang penyihir, cendekiawan tua yang terlupakan, Harold Button. Tanpa sengaja di sela-sela kesibukannya melayani Button, Kitty menemukan teori yang menurutnya dapat menyelamatkan Kerajaan Inggris dari kehancuran.

Puncaknya, Bart, Kitty dan Nat membongkar konspirasi yang melibatkan para penyihir dan jin berkekuatan besar dalam upaya menghancurkan Kerajaan Inggris. Pertempuran, tak dapat di hindari. Nat dan Bart pun kompak berjuang menghentikan horor yang menimpa London.

Well, secara keseluruhan buku terakhir dari trilogy ini sangat layak saya berikan bintang tertinggi. Bagus. Saya sangat merekomendasikan buku ini untuk kalian yang suka cerita fiksi fantasy. Hanya saja, ending nya membuat saya ingin menulis email ke Jonathan Stroud dan menanyakan, "WHY???"(SA/2007)

Saturday, September 22, 2007

Bras & Broomsticks (Bra & Sapu Sihir)

By: Sarah Mlynowski
Genre: Teenlit
Rating: ***
Page: 336 Halaman
Penerbit: GPU
Penerjemah: Alexandra Karina
Cetak: Maret 2007

"Am to old to read this book!" Salah sendiri, kan di sampul buku sudah di tulis 'Teenlit' tapi masih saja saya bandel untuk membeli. Ketertarikan saya mungkin karena melihat di cover buku ada kata 'sapu sihir' nya kali ya, maklum saja belakangan ini saya sedang terlena membaca buku tentang sihir dan sejenisnya.

Karena saya sudah tidak punya stock, akhirnya buku ini mendapat giliran juga. Well, di chapter awal saya agak berat mengikuti plot nya, maklum bahasa yang di gunakan terlalu ABG, sudah nggak masuk dengan saya yang sudah ber usia ** (maaf di sensor *winkwink*)

Namun, jujur saja setelah lompat ke chapter dua, tiga, empat dst. Saya jadi mulai mengikuti cerita bukunya. Apa lagi ceritanya tidak melulu tentang cinta-cintaan, ada pesan-pesan moral yang disisipkan, dan yang terpenting, Sarah Mlynowski mengemas buku ini dengan humor yang tinggi.

Asli, lucu sekali, menyegarkan. Ya, lumayan lah buku ini bisa menjadi penghiburan di kala stress melanda.(SA/2007)