Sunday, May 27, 2007

[Book] Artemis Fowl – The Eternity Code

By: Eoin Colfer
Genre: Fiksi Remaja
Rating: *****
Page: 424 Halaman
Penerbit: GPU
Penerjemah: B. Sendra Tanuwidjaja



Sebelum membaca buku ini sebaiknya baca dulu petualangan Artemis di buku 1. Artemis Fowl dan buku 2. Artemis Fowl – The Artic insiden

Di buku The Eternity Code, Artemis Fowl kembali beraksi. Ia berhasil menciptakan komputer supercanggih dengan teknologi yang ‘dipinjamnya’ dari Kaum peri. Namun sayang komputer canggih yang di beri nama C Cube itu di rampas oleh pengusaha licik dari Chicago, USA.

Sial bagi Artemis karena ini pertama kali rencananya di gagalkan. C Cube di rampas dan Butler pengawal setianya yang professional itu tertembak. Untung Artemis jenius, di saat-saat genting, ia masih saja sempat memikirkan bagaimana cara menyelematkan pengawal pribadinya yang telah ia anggap sebagai sahabat.

Masalah tidak sampai di situ saja, karena di tangan yang salah C Cube bisa menimbulkan kekacauan yang fatal bagi dunia manusia maupun peradaban Kaum peri.

C Cube di curi dan disimpan di ruangan yang berpengamanan maksimun, bahkan anak sepintar Artemis pun tak bisa menembus ruang penyimpanan itu. Tidak ada jalan lain, Artemis harus meminta bantuan Kaum peri.

Kaum peri setuju membantu Artemis, tetapi dengan satu syarat: segala ingatan Artemis tentang Kaum peri harus di hapus, tidak ada pilihan lain baginya.

Dalam aksinya merebut kembali C Cube dari tangan pengusaha licik itu, Artemis di bantu oleh Mulch Diggum, buronan kurcaci yang berkali-kali lolos dari LEP Recoon, ada Kapten Short Holly, Centaur Jenius Foaly, dan Juliet Butler.

Artemis telah merancang semuanya dengan sempurna, tidak ada kata GAGAL lagi, karena ini adalah aksi terakhirnya. Setidaknya aksi terakhir bersama dengan kapten Holly, karena ingatan artemis tentang Kaum sebentar lagi akan dihilangkan. (SA/2007)

Info pic: Mr. Eoin Colfer taken from eoincolfer.com

[Book] Quarter Life Dilemma - Dilema Seorang Ine

By: Primadona Angela
Genre: Metropop
Rating: ****
Page: 320 Halaman
Penerbit: GPU


Quarter Life Dilemma (Dilema seorang Ine) adalah buku ber genre Metropop. Sebenarnya buku ini berhubungan dengan buku Dona sebelumnya yang berjudul Quarter Life Fear, tapi ia menegaskan kalau buku ini bukan sequel dari QLF, jadi dengan membaca buku ini tanpa membaca QLF pun tidak menjadi masaalah.

QLD menceritakan tentang Ine Puspitasari (sahabat Belinda di DLF) wanita masakini yang cantik jelita, cerdas, karir bagus, punya sahabat yang menyayanginya. Ia juga mampu menggaet pria-pria tampan, bila mau! Kalau di lihat, kehidupan Ine sangat sempurna, tapi sebenarnya tidak.

Dalam menjalani hidupnya Ine kerap di hadapkan dengan berbagai dilemma, entah itu dilemma dengan rekan kerjanya, dengan sahabatnya Belinda yang sebentar lagi akan melahirkan atau dilemma ketika memilih pria tepat untuk menjadi pendamping hidupnya?

Seperti kejadian saat sahabatnya Hans yang tiba-tiba saja memberi kabar bila ia telah di lamar oleh pasangannya Pras, seorang cowok tampan yang ternyata adalah mantan Ine. Dan juga, sahabatnya Belinda yang selalu membutuhkannya setiap saat, entah itu hanya untuk curhat, shopping gila-gilaan khas ibu muda yang akan segera melahirkan sampai dengan kesibukan Belinda yang mencari pendamping untuknya.
Klimaksnya adalah, saat Ine harus memilih antara karirnya di ad agency ternama atau menemani sahabatnya Belinda melahirkan? Dilemma yang membuat Ine harus mengambil pilihan yang benar-benar bijak, karena masa depannya sedang di pertaruhkan.

Novel ini menarik untuk di baca. Aku sangat menganjurkan buku ini di baca oleh ibu-ibu muda yang segera akan melahirkan anak pertama, soalnya di dalam buku ini penulis banyak menyisipkan trik dan tips tentang pernak – pernik Ibu hamil sebelum melahirkan. Aku suka gaya Dona menulis, lucu, menyegarkan dan informative, jadi aku beri bintang empat untuk QLD. (SA/2007)

Monday, May 14, 2007

[Book] The Broker (Sang Broker)

By: John Grisham
Genre: Novel Dewasa
Rating: *****
Page: 600 Halaman
Penerbit: GPU



Di saat-saat terakhir masa kepemimpinan Presiden Arthur Morgan. Ia memberikan pengampunan hukum yang sangat kontroversial kepada Joel Backman, seorang power broker yang telah menghabiskan tahanan di penjara federal selama 6 tahun. Di masa jayanya, Backman di duga mendapatkan teknologi rahasia, system satelit pengintai yang super duper canggih, yang tidak di ketahui siapa pemiliknya.

Backman, diam-diam di seludupkan keluar negeri oleh CIA, badan inteligen USA yang telah mengatur pengampunannya. Backman di beri nama baru, identitas baru, dan tempat tinggal baru di Italia. Seharusnya Backman adalah orang bebas, namun tidak begitu adanya. Backman terjebak dalam permainan yang di ciptakan oleh CIA.

Rencananya, bila Backman telah mapan di kehidupan barunya, CIA akan membocorkan keberadaannya kepada pihak-pihak yang memburunya, negara-negara yang merasa di pecundangi oleh Backman enam tahun silam. Kemudian CIA dengan santai akan menyaksikan siapa yang akan membunuh Joel Backman terlebih dahulu, dengan demikian, terkuak sudah siapa pemilik teknologi canggih yang di miliki oleh Backman.

Permainan yang sangat kotor, memang. Tapi bukan Joel Backman namanya bila ia dengan mudah dapat tertipu dengan permainan kotor CIA. Backman dengan cerdik justru mem pecundangi CIA. Dengan cepat, ia dapat beradaptasi dengan negara yang baru sekali ia kunjungi saat masa kejayaannya. Backman bisa menguasai bahasa Italy dengan cepat dan mengerti seluk beluk kota Bologna tempat ia di sembunyikan.

Backmand di bantu oleh Francesca, guru bahasa Italia nya yang juga seorang pemandu wisata untuk meloloskan diri dari Italia, ia meminjamkan Backman atau Marco Larezzi--nama baru Backman--passport suaminya yang sedang sekarat. Backman memang sangat beruntung, ia bisa dengan mudah mengeco agent-agent CIA dan para pemburu yang sangat ingin menghabisi nyawanya.

Pelarian Backman berbuah hasil, ia bisa sampai di Swiss, bahkan bisa kembali Washington DC untuk membersihkan namanya.

John Grisham memang brilliant, ia meramu cerita spionase, teknologi dan hukum dengan apik. Aku tak bisa berhenti membaca novel ini, aku terlalu tenggelam dengan petualangan Backman. Apa lagi di buku ini, secara tidak langsung aku bisa belajar bahasa Italia dan juga memperkaya wawasanku tentang kuliner di negeri itu. Aku beri lima bintang untuk buku ini, Bravo!! (SA/2007)