Thursday, January 11, 2007

[Book] Love in Sunkist

By: Evelyn Jingga
Rating: ***
Page: 204 Halaman
Penerbit: CINTA

Saat melihat judulnya di etalase toko buku aku langsung tertarik. Tapi buku ini tidak langsung aku baca, ia tersimpan rapi di lemari buku-ku, karena aku sedang berkutat dengan buku berat yang menarik perhatianku akhir-akhir ini.

Akhirnya tiba juga giliran buku ini untuk aku baca. Daaan menurutku buku ini lumayan menghibur, sebenarnya buku ini cocok untuk anak SMA & Kuliah. Tapi sebagai Mom's buku ini bisa masuk juga tuh dengan diriku, bisa me refresh otak-ku yang lagi mumet, kala itu.

Buku Love in Sunkist, bercerita tentang petualangan cinta Kimmy yang timbul dari pandangan pertama dengan seorang Pria tampan yang bernama Nico.

Mmm... pertemuan Kimmi dan Niko di mulai saat kedua insan ini bertemu di sebuah Supermarket, di gerai buah-buahan, Sunkist. Kimmy, langsung luluh dengan cowok maco itu, ia seketika terobsesi ingin bertemu dengan cowok itu.

Dan kesempatan itu akhirnya datang, mereka bertemu lagi di Supermarket 365 days. Tanpa di duga Kimmy dan Nico menjadi sahabat, sesuatu yang Kimmy tidak ingin-kan. Karena sebenarnya Kimmy ingin sekali Nico menjadi kekasihnya, ibaratnya Nico itu Belahan Jiwa Kimmy (ini menurut Kimmy, lo).

Konflik di hati Kimmy kian menjadi ketika ia dengan pede-nya menawarkan bantuan pada Nico untuk membantunya merebut hati Nisye, cewek yang pernah di taksir Nico. Namun langkah itu salah, karena dengan begitu Kimmy semakin merasakan hatinya sakit.

Dan dengan berjalannya waktu, Nico pun menyadari kalau sebenarnya ia tertarik dengan Kimmy. Di suatu moment, Nico semakin yakin kalau orang yang di cintainya itu bukanlah Nisye, tetapi Kimmy sahabatnya.

Novel ini bisa buat aku ketawa-ketawa, apa lagi bahasa yang di gunakan gaul sekali, tidak kaku. Ringan dan berakhir bahagia, saya hanya butuh beberapa jam untuk menyelesaikan buku ini. Dan puas dengan endingnya.(SA/2007)

Tuesday, January 09, 2007

[Book] The Dante Club

By: Matthew Pearl
Rating: ****
Page: 615 Halaman
Penerbit: Q-Press (Pustaka Hidayah)
Penerjemah: Agung Prihantoro
Penyunting: M.S. Nasrulloh



The Dante club adalah novel ber-gendre Fiksi Sejarah yang ber-seting di Boston, 1865. Bercerita tentang serangkaian pembunuhan yang di ilhami oleh adegan-adegan dalam “Inferno,” Di Vina Commedia, Karya Dante Alighieri (1265-1321M), seorang Sastrawan Italy.

Novel ini bercerita tentang serangkaian pembunuhan keji yang terjadi di kota Boston. Di awali dengan terbunuhnya Hakim Artemus Presccot Healey secara menggenaskan. Kepala polisi John Kurtz menduga kematian Hakim Healey hanya pembunuhan biasa yang di lakukan oleh penjahat amatir yang banyak berkeliaran di Boston kala itu.

Tapi ternyata dugaan Kurtz salah, karena di tengah tekanan yang polisi hadapi dalam menyelidiki kasus ini, membawa mereka pada bukti-bukti yang ganjil.


Nicholas Rey, satu-satunya polisi Afrika-Amerika di Boston yang pertama menemukan keganjilan-keganjilan atas kematina Hakim Haley.

Saat sedang meng-introgasi gelandangan yang tidak punya identitas, tanpa di duga gelandangan itu bunuh diri di tengah penyelidikan. Sebelum ia mengakhiri hidupnya terlebih dahulu gelandangan itu membisikkan sesuatu kalimat yang tidak di mengerti oleh Rey. Membuat Rey penasaran dengan arti kalimat itu dan membawa Rey bertemu dengan James Russell Lowell salah satu anggota Dante Club.

Tekanan yang di hadapi oleh kepolisian Boston semakin kuat saat Pendeta Elisa Talbot terbunuh tak kalah menggenaskan dari Hakim Healey.

Di saat itu pula sekelompok sastrawan Amerika menyadari kalau pembunuhan Hakim Haley dan Pendeta Talbot di ilhami oleh Puisi Dante, yang sedang mereka terjemahkan. Dante Club yang ber anggotakan sastrawan-sastrawan besar itu terdiri dari Hendry Wadsworth Longfellow, James Russell Lowell, J.T. Fields, Dr. Oliver Wendell Holmes dan George Washington Greene. Club yang di dirikan untuk menerjemahkan karya Penyair Italy dalam bahasa Inggris.

Sebenarnya ide menerjemahkan karya Dante sudah mendapat perlawanan dari Universitas Harvard yang menduga karya Dante akan membawa pengaruh buruk akan nasip sastra Amerika.

Namun campur tangan pihak Harvard tidak menyurutkan niat para anggota Dante Club dalam menerjemahkan karya Dante, mereka hanya kwatir dengan rentetan pembunuhan yang terjadi. Pembunuhan yang di Ilhami oleh Karya Dante. Membuat mereka berjuang menemukan sang Pembunuh/Lucifer karena masa depan karya sastra Dante sedang di pertaruhkan.

Hanya ahli Dante-lah yang sanggup mengungkap pembunuhan yang terjadi, karena hanya merekalah yang mengerti bagaimana Dante meghukum para pendosa itu. Di bantu oleh Rey, mereka menyelediki dan mencari sang Lucifer, sekaligus menghentikan pembunuhan yang terjadi.

Ending yang tidak bisa di duga, alur cerita yang menegangkan, dan kita di manjakan dengan karya-karya penyair besar seperti Hendry Wadsworth Longfellow, James Russell Lowell dan Dr. Oliver Wendell Holmes membuat saya bertekad menyelesaikan membaca buku ini di tengah-tengah waktu luang saya yang begitu sempit. Saya puas sekali baca buku ini karena saya bisa merasakan masuk ke dalam dunia Dante Club, club buku tertua yang pernah ada. (SA/2007)