Monday, November 06, 2006

[Book] Pintu Terlarang

Category: Book
By: Sekar Ayu Asmara
Rating: ****
Page: 227 Halaman
Penerbit: AKOER

Ini kali pertama saya baca buku bertema thriller yang di tulis oleh pengarang local. Surprise, ternyata ada lo penulis negeri sendiri yang bisa menulis sebagus ini. Buku ini bisa membuat saya ikut larut dengan 3 kisah berbeda yang di paparkan, dan saya ikut merasakan ketegangan yang dirasakan oleh Gambir, salah satu tokoh dalam buku ini.

Buku ini di bagi kedalam 3 cerita, masalah yang di angkat juga berbeda-beda. Saya sempat dibuat bingung dan penasaran apakah ke 3 cerita ini pada akhirnya akan berbenturan atau tidak?

Cerita pertama, tentang seorang anak berusia 9 tahun yang mendapat kekerasan fisik sejak kecil oleh kedua orang tuanya, dia di cap anak NAKAL oleh mereka. Dan si anakpun tumbuh menjadi anak yang upnormal!.

Cerita kedua, bercerita tentang Gambir, pemuda tampan dan sukses dengan karirnya sebagai pematung. Talyda, istri gambir seorang perempuan yang cantik, perfeksionis dan juga sukses dalam pekerjaan. Mereka mempunyai hubungan suami istri yang sangat aneh!.

Bila di depan umum mereka merupakan pasangan yang bahagia dan sangat serasi, namun itu tidak mereka dapatkan bila mereka sedang berdua saja!, berbagai macam intrik dan misteri yang menyelimuti kehidupan mereka.

Terlebih setelah Gambir begitu penasaran dengan Sebuah pintu di ruangan kerjanya. Pintu terlarang, begitu istrinya menjuluki pintu itu.

Talyda berdiri bertolak pinggang sambil mendengarkan pengakuan Gambir, "Kamu ingat ya Gambir. Pintu itu adalah pintu yang terlarang." Ia menudingkan jari telunjuk dekat ke wajah Gambir. "Sekali kamu buka, semua yang kita telah bina selama ini akan hilang. Sekali kamu buka, hidup kita akan berakhir. Hidup KAMU akan berakhir!!!"

Cerita ketiga, tentang Ranti seorang wartawan yang terobsesi mengungkap kisah anak yang menjadi korban penganiayaan kedua orang tuanya.

Ketika ketiga cerita ini saling berbentur, kebenaran-kebenaran mulai merembas ke permukaan. Akhirnya Gambir membuka pintu terlarang dan menemukan jawaban akan rahasia yang selama ini memenjarakannya.

Bagaimana endingnya? Well… silkahkan cari tau sendiri biar kalian-kalian tidak kehilangan greget saat membaca buku ini. Saya kasih empat bintang untuk buku ini.

Thursday, November 02, 2006

[Book] Eldest

Judul: Eldest
Series: Warisan trilogi
By: Christopher Paolini
Rating: *****
Page:704 Halaman

Eldest, adalah buku kedua dari Warisan trilogy yang di karang oleh Christopher Paolini. Sambungan cerita dari petualangan Eragon.

Ceritanya di mulai dengan kematian Ajihad, pemimpin kaum Varden dan hilangnya Murtagh bersama dengan beberapa penyihir saat menghadapi serangan urgal dan shade.

Karena pemimpin kaum Varden sudah meninggal maka Nasuada, anak Ajihad, di tunjuk menggantikan ayahnya. Dan Eragonpun berjanji akan mengabdikan dirinya pada Nasuada.

Sementara itu Roran, sepupuh Eragon di Carvahall sedang berjuang melawan Ra'zac yang mendapat perintah dari Galbatorix untuk menangkapnya. Roran akan di jadikan pancingan agar Eragon keluar dan menyerahkan diri, karena eragon dan saphira telah menjadi buronan galbatorix.

Setelah beberapa kali mematahkan serangan Ra'zac, Katrina tunangan Roran di tangkap oleh Ra,zac. Membuat Roran dan semua warga memutuskan pindah dari desa mereka menuju Surda. Roran pun menjadi buronan sang raja lalim, Roran mengganti namanya menjadi Stronghammer untuk menutupi identitasnya.

Saat roran dan penduduk carvahall berjuang menuju surda. Eragon pun sedang melakukan perjalanan serunya ke Du Weldenvarden negeri para peri untuk menyelesaikan latihannya sebagai penunggang naga. Setibanya di Du Weldenvarden ia beretmu dengan Ratu Islanzandi yang ternyata adalah ibu dari Arya. Di Du Weldenvarden Eragon sangat di hormati.

Dan yang lebih mengejutkan Eragon akan di latih oleh Oromis, satu-satu penunggang naga yang tersisa, selain Galbatorix dan dirinya. Ia tidak pernah menyangkah kalau masih ada penunggang yang hidup, apa lagi Saphira ia begitu senang karena ia bisa bertemu Glaedr, naga Oromis yang berwarna emas.

Oromis mengajarkan Eragon bahasa Ancient, bahasa tertua di negeri Alegasia yang biasa di gunakan oleh para peri, penunggang naga dan shade. Selain itu oromis juga mengajarkannya ilmu sihir yang di kuasai dengan baik oleh kaum peri. Saat berlatih Eragon juga merasakan benih-benih cinta pada Arya, peri cantik yang menjadi temannya selama ini.

Peperangan yang dasyatpun tidak bisa di hindari, kaum varden, kurcaci dan peri akan bersatu melawan kezaliman galbatorix. Eragonpun meninggal kan Du Weldenvarden menuju peperangan yang dasyat. Ia harus berhadapan dengan penunggang naga merah, ternyata 2 telur naga yang tersisa telah menetas.

Penunggang naga merah itu adalah Murtagh temannya yang menghilang di Varden. Eragon kalah dalam pertarungan itu, namun Murtagh tidak membunuh eragon tetapi sebelum meninggalkan eragon, ia membuka rahasia kelam eragon. Eragon ternyata adiknya Murtagh dan anak dari Morzan, seorang penunggang yang bekhianat mengikuti Galabatorix.

Roran, tiba juga di tempat peperangan dan kembali bersatu dengan Eragon. Ia tidak pernah tau kalau Penunggang naga muda yang ia dengar itu adalah Eragon, sepupuhnya. Setelah eragon mendengar kisah Roran, ia pun berjanji akan membantu Roran menolong Katrina.

Sejak baca buku pertama dari trilogy ini, saya sudah jatuh cinta dengan alur ceritanya sangat imajinatif. Dan two thumbs up for the MAP. Saya kasih lima bintang juga untuk buku ini.

[Book] Eragon

Category: Book
By: Christopher Paolini
Rating: *****
Page: 568

Eragon adalah novel karangan Christopher Paolini, dan ini adalah buku pertama dari Warisan trilogi. Cerita Eragon dilanjutkan oleh Eldest. Untuk judul buku ketiga belum ada pemberitahuan resmi dari sang pengarang, namun menurut rumor yang beredar buku ketiganya akan berjudul Empire.

Eragon bercerita tentang negeri yang bernama Alagaesia. Negeri yang dipimpin oleh Raja Galbatorix yang dahulu adalah seorang penunggang naga terhormat namun kekuasaan dan harta menyebabkan ia berubah menjadi jahat dan kejam.

Tokoh utama buku ini adalah Eragon, anak petani miskin yang baru berusia lima belas tahun. Ia hidup di desa kecil yang bernama Carvahall bersama pamannya Garrow dan sepupunya Roran. Eragon menemukan sebuah batu berwarna biru indah saat ia sedang berburu di hutan Spine, hutan dekat desanya.

Setelah gagal menjual batu itu, eragon kaget mendapati batu itu retak dan muncul se-ekor naga dari dalam batu itu. Ia merahasiakan tentang naga itu, sampai Ra'zac, kaki tangan Galbatorix, ke kota mencari batu misterius yang ia temukan.

Eragon dan naganya, Saphira, mencoba meloloskan diri dari pencarian Ra'zac dengan bersembunyi di hutan dekat rumahnya. Namun usahanya bersembunyi menyebabkan Pamannya, Garrow dibunuh oleh Ra'zac dan rumahnya di hancurkan.

Takdir Eragon ialah menjadi seorang penunggang naga. Untuk menjadi penunggang ia harus meninggalkan Carvahall, bersama dengan Brom si pendongeng kisah-kisah penunggang naga yang misterius.

Selama di perjalanan mereka, Brom mengajarkan Eragon tentang Sejarah dan Penunggang naga. Ia juga mengajarkan sihir dan Ilmu pedang, ilmu yang harus dikuasai oleh para penunggang. Berbekal ilmu itulah eragon bertekad akan membangun kembali Klan Penunggang Naga meski ia harus berhadapan dengan Raja Galbatorix dan pengikutnya Urgal, Ra'zac, Shade yang mempunyai ilmu lebih tingi dari pada dirinya.

Mereka menuju Varden yang berada di pegunungan Farthen Dur, tempat para kurcaci tinggal setelah raja galbatorix berkuasa. Sayangnya sebelum tiba di Varden eragon harus kehilangan Brom, ia meninggal. Sebelum meninggal brom membuka rahasia dirinya yang ternyata adalah salah satu penunggang naga, dan mempunyai naga bernama Saphira, sama dengan nama naga yang ia miliki.

Dalam perjalan menuju Varden ia juga bertemu dengan Murtagh yang meisterius dan menolong Arya, yang ternyata seorang peri. Perjuangan mereka ke Varden sangat berat dan berbahaya karena mereka di kejar oleh Shade dan sekelompok Urgal.

Di akhir cerita di jelaskan bahwa Eragon segera akan berangkat ke tempat para peri tinggal. Ia akan belajar tentang penunggang naga di sana.

Saya beri lima bintang untuk buku ini!.