Monday, July 24, 2006

[Movie-Serial] Supernatural (Season: 1)


“Lu harus nonton Supernatural!” kata temenku beberapa waktu yang lalu. “Hah! Film apa tuh? Indonesia?” komentar ku saat itu “Bukan, itu serial yang lagi favorite di amrik sana” maka penasaranlah diriku dan sudah pasti aku langsung curhat ke hubby mengenai supernatural ini, dan memang tanggapan hubby saat itu sama persis denganku.

2 minggu yang lalu hubby akhirnya membeli DVD serial Supernatural ini, seperti informasi temenku pemeran utamanya adalah si ganteng “Jenson Ackles” yang juga bermain di Dark Angels. Tanpa menunggu lama-lama kami langsung menontonnya. Waoooh! Cool! Itu komentarku pertama. Ya Sam dan Dean Winchester langsung memikatku di awal-awal cerita, mereka begitu charming, cool dan macho.

Supernatural ini menceritakan tentang perjuangan keluarga Winchester dalam mengejar spirit/roh dari dunia kegelapan “Supernatural” yang telah membunuh ibu mereka disaat Sam masih bayi. Berawal dari situlah kehidupan mereka berubah total, Ayah mereka terobsesi dengan Urban Legend dan mendidik kedua anaknya untuk menjadi pejuang dan mengejar "Supernatural".

22 tahun kemudian ketika Sam dan Dean telah beranjak dewasa, tiba-tiba ayah mereka hilang entah kemana. Merekapun berusaha mencari ayahnya tapi mereka hanya menemukan Agenda sang ayah tanpa pernah tau ayah mereka ada dimana.

Agenda itu membawa mereka ke petualangan dari satu kota ke kota yang lainnya untuk mengejar roh jahat dan menyelamatkan warga kota dari gangguan para roh tersebut. Dengan bantuan agenda itu juga akhirnya mereka bisa bertemu dengan Ayahnya dan bersatu melawan roh paling jahat yang selama ini mereka cari, yaitu roh yang telah membunuh sang ibu. Aku tidak akan cerita bagaimana endingnya, soalnya takut gak seru lagi, coba tonton sendiri aja ya :P.

Pantas saja serial ini menjadi favorite di amrik sana, soalnya acting sam dan dean begitu menarik dan natural. Begitupun ceritanya di kemas sederhana sangat dekat dengan kehidupan anak jaman sekarang dan sangat realistis.

Unsur triller? Sudah pasti dong, namanya juga ngejar Spirit/Roh jahat. Tak kalah seru juga, ceritanya di sisipin unsur komedi, romance dan drama pokoknya semua komplit menjadi satu. Kalau menurutku serial ini wajib tonton untuk kalian yang suka cerita Urban legend, Mystery & Thriller. Dan aku, semakin penasaran ingin segera menonton season 2 nya!. (SA)

Thursday, July 06, 2006

[Book] Straight Talking

Category: Books
Genre: Romance
Author: Jane Green


Akhirnya aku selesai juga membaca buku ini. Setelah setahun mencoba membaca tapi tidak pernah kelar. Ada saja halangannya, mulai dari mood, waktu, kesibukan dan lain-lain.

Pasti bingung kenapa saya butuh waktu setahun untuk membaca sebuah “Chiclit” yang tebalnya hanya 438 halaman. Well, karena saya terlalu berharap novel Jane Green kali ini tidak jauh berbeda dengan novel sebelumnya “Jemima Jones” yang membuat saya langsung jatuh cinta dengan gaya menulis belio. Tapi ternyata, saya tertipu . Karena “Straight Talking” ini alur ceritanya sangat jauh berbeda dengan JJ.

Untuk menyelesaikan cerita di chapter 1 sampai dengan 5 saya benar-benar butuh waktu beberapa hari, sangat lambat karena memang ceritanya tidak terlalu menarik buatku. Tapi setelah itu, cerita mulai mengalir dengan cepat dan akhirnya membuatku bersemangat ingin segera mengetahui ending ceritanya.

Tasha adalah seorang lajang yang cantik jelita, karena kecantikannya ia selalu sukses menarik perhatian lawan jenisnya. Ia bekerja sebagai produser di sebuah televisi, dan ia sangat cocok menjadi ikon wanita abad 21.

Novel ini adalah diary “Tasha”, ia menceritakan tentang pengalamannya dalam mencari cinta-yang penuh gairah menggebu, penuh hasrat dan menggelora dari satu lelali ke lelaki yang lain. Ada Simon yang alergi komitmen tapi mempunyai factor menggemaskan yang mustahil di lawan; Andrew ganteng dan percaya diri; Adam-menarik, sempurna, namun terlalu manis untuk menjadi kekasih!.

Kalau cinta adalah gairah, kekaguman dan rasa hormat. Manakah yang terpenting di antara ketiganya?. Akankah Tasha menemukan cintanya? Itu tentu!

Salut dengan Jane Green yang kreatif membuat alur ceritanya menjadi berliku-liku dan membuat emosi pembacanya naik turun. Kalau mau di kasih bintang cukup 3 saja deh untuk buku JG yang ini :).(SA)